Program Studi Akuntansi

Pengisian KRS dan Alur Perwalian secara Online tahun akademik 2015-2016

Berdedikasi Tinggi Demi Kemajuan Negeri

Prodi Akuntansi memiliki staff akademik yang berkompeten dan berintegritas tinggi dalam bidangnya

International Accounting Programme

Our desire to become a vibrant higher education institution has led to the establishment of an international program

Tampilkan postingan dengan label kuliah umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliah umum. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Maret 2015

Kuliah Tamu, Akuntansi Unsyiah Hadirkan Pemateri dari KPMG Indonesia

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar kuliah tamu bertemakan Implementasi Internastional Standards on Auditing pada hari Sabtu (14/03/2015) lalu yang bertempat di ruang Balai Sidang Fakultas Ekonomi Unsyiah. Kuliah tamu tersebut menghadirkan narasumber dari Kantor Akuntan Publik (KAP) KPMG Indonesia, Agung Nugroho Soedibyo dan ketua jurusan Program Studi Akuntansi Unsyiah, Dr. Nadirsyah, S.E., M.Si., Ak. sebagai moderator. KPMG adalah salah satu kantor akuntan publik terbaik di dunia dan salah satu dari Big Four bersama dengan Deloitte, PwC, dan EY. Kantor pusat globalnya berada di Amstelveen, Belanda.

Kuliah tamu yang dihadiri oleh peserta mulai dari mahasiswa/i Program Studi (Prodi) S1 dan D3 sampai dengan Prodi Pascasarjana dan Prodi Profesi Akuntansi tersebut menjadi ajang penyerapan ilmu dan diskusi oleh para peserta yang hadir.

Bapak Agung mengatakan pada awal kuliah, “Gedung KPMG yang terdapat di Jurusan Akuntansi Universitas Syiah Kuala hanya terdapat satu di dunia. Merupakan empati dari seluruh elemen KPMG terhadap bencana tsunami, terkumpul 1juta Dollar untuk bantuan pengajaran di empat negara yang terkena dampak tsunami. KPMG mengucapkan terimakasih terhadap pihak USK, krrna sudah memberikan izin utk berkontribusi mebangun pendidikan di kampus.”

“Sekarang, peraturan yang digunakan dalam Auditing adalah ISA mulai 2013. Globalisasi telah mengubah model bisnis menjadi lebih rumit, yang dahulu model bisnis memakau currency, sekarang memakai surat utang. Indonesia baru mengeluarkan UU (Undang-undang) mengenai akuntan publik pada tahun 2011 dan masih memiliki kekurangan dibandingkan Malaysia yang telah lebih dahulu mengeluarkan UU nya pada tahun 1952.” ujarnya.

Pada akhir sesi kuliah tamu, beliau mengatakan bahwa auditor harus memahami risiko audit, sehingga ketika mengaudit, auditor sudah mengetahui apa yang akan di hadapi dan apa yang harus di hindari. Auditor juga tidak boleh memberikan opini sebelum memeriksa semua hal, dan harus mengetahui cara bisnis perusahaan agar mengetahui risiko yang harus di hadapi.

Selasa, 03 Februari 2015

Kuliah Perdana Akuntansi, Hadirkan Dosen Tamu dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Dosen Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. Muhammad Akhyar Adnan hadir di Fakultas Ekonomi  Universitas Syiah Kuala (FE Unsyiah) memberikan kuliah umum dengan tema “Akuntansi Syariah Dalam Lintas Historis: Antara Harapan dan Kenyataan” pada hari Senin tanggal 2 Februari 2015 di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. 



Kegiatan ini dihadiri oleh Pembantu Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala beserta jajarannya, serta hadir sekitar 900 lebih peserta mulai dari ketua jurusan, dosen dan pejabat struktural, serta mahasiswa dan mahasiswi di lingkungan FE Unsyiah.

Dalam sambutannya Pembantu Dekan I, Dr. Aliasuddin, M.Si. menyampaikan bahwa kuliah umum ini menjadi kuliah perdana mengawali semester ini, sama seperti semester-semester sebelumnya. Topik kali ini yang mengenai akuntansi syariah diharapkan dapat menjembatani mahasiswa sendiri untuk mengenal akuntansi dalam lintas syariah.

Dr. Muhammad Akhyar merupakan staf pengajar di Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sejak tahun 2011 hingga saat ini. Beliau lahir di Pekanbaru, Riau, 13 Juni 1958. Ia dikenal sebagai salah seorang di antara sedikit ilmuwan akuntansi syariah yang ada di Indonesia. 

Dalam kuliah umumnya, Dr. Muhammad Akhyar Adnan menanggapi pertanyaan dari mahasiswa akuntansi mengenai apa kelebihan syariah dalam perbankan di Indonesia? Khususnya dengan adanya perbankan konvensional. Beliau menjawab,
“Tidak seperti bank umum konvensional, bank syariah dilarang pengambilan atau membayar bunga dan kredit. Sebaliknya, bank syariah menawarkan rekening investasi bagi hasil, mudharabah, serta prinsip wadiah, ijarah, ba’i, dll. Sehingga jangkauannya lebih luas dan dalam akuntansi, laporan keuangan yang disajikan lebih lengkap. Hal inilah yang menjadikan konsep syariah menjadi harapan, sehingga masyarakat yang ingin memulai usaha tidak tertekan karena perbankan syariah melibatkan hubungan emosional dengan nasabahnya.” ujarnya dalam sesi kuliah.
Diakhir kuliah umumnya, dosen yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Rektor IV Universitas Islam Indonesia ini berpesan kepada seluruh peserta, agar kuliah umum ini dapat bermanfaat sebagai ilmu yang dapat diserap oleh para mahasiswa/i serta peserta yang hadir.